Hey Tayo 202: Tukar Sampah dengan Souvenir ala IPB

Hey Tayo 202: Tukar Sampah dengan Souvenir ala IPB

Hey Tayo 202 Tukar Sampah dengan Souvenir ala IPB

Model-model pengelolaan sampah di tiap satuan pendidikan berbeda dan unik.

Seperti di Institut Pertanian Bogor (IPB) di mana sivitas akademika IPB dapat menukar sampah dengan souvenir yang menarik.

Kegiatan tukar sampah dengan souvenir yang diberi nama “Hey Tukar Sampah Yo 202 (Hey Tayo 202)” dan mengusung tema “Sorting Your Garbage and Break Free from Plastic” merupakan kreasi dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (ESL FEM IPB) yang bekerja sama dengan Agrianita IPB, Bank Sampah Induk Berbasis Aparatur (BASIBA) Dinas Lingkungan Hidup Bogor, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Indonesia Green Action Forum (IGAF) dan BEM Fakultas Pertanian (Faperta) IPB.

Pada awalnya kegiatan ini dipusatkan di empat titik antara lain Koridor Fakultas Pertanian, Pelataran Agrimart 1, Koridor Fakultas Ekologi Manusia dan Kantin Fakultas Peternakan. Sampah yang dihasilkan diperkirakan berasal dari aktivitas 1.355 dosen,  2.700 tenaga kependidikan dan 30.000 mahasiswa.

“Ini sama dengan 551.325,82 kilogram atau setara dengan 12.094,38 meter kubik,

” papar Ketua Kegiatan Hey Tayo 202, Bahroin Idris Tampubolon, SE, M.Si seperti dilansir dari laman ipb.ac.id, pada Kamis (21/2/2019).

Kegiatan Hey Tayo 202 ini bertujuan mengedukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya (penghasil sampah) di dalam kampus IPB. Hey Tayo 202 merupakan kegiatan  untuk memberikan apresiasi bagi sivitas akademika IPB yang sudah melakukan pemilahan sampah sesuai dengan kategorinya. Aktivitas tukar sampah ini di agenda rutin setiap bulan dengan memilih tanggal yang mudah diingat misalnya 202 ( 20 Februari), dan dikaitkan dengan agenda lingkungan hidup di bulan tersebut.

Bahroin menambahkan, manfaat dari kegiatan Hey Tayo 202, agar civitas IPB

bisa mendapatkan pendidikan bagaimana cara memperlakukan sampah yang mereka hasilkan setiap harinya.

“Bagi pengelola sampah (Direktorat Umum, Sarana dan Prasarana) diharapkan gerakan ini dapat mempermudah untuk pengolahan sampah di tahap selanjutnya. Dengan para civitas dan aktivis IPB harus mulai peduli dengan lingkungan,  kurangi konsumsi plastik dan pilah sampah dengan cara yang baik. Sampah yang sudah terlanjur menumpuk itu bisa didonasikan ke kami melalui Hey Tayo ini.  Sampah yang terkumpul akan diserahkan ke Bank Sampah Induk Berbasis Aparatur (BASIBA) Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor,” jelas Bahroin.

Bahroin berharap ke depannya kegiatan Hey Tayo 202 ini dapat diduplikasi oleh masing-masing Organisasi Kemahasiswaaan (Ormawa) di fakultas atau lokasi yang mereka rencanakan. “Kegiatan tukar sampah ini dapat menjadi trigger dan public movement untuk mengubah kebiasaan membuang sampah dan meningkatkan Green Life Sytle agar dapat mensukseskan tujuan IPB menjadi Green Campus 2020,” ucapnya. ***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/