Maluku Gagal Tembus 10 Besar, Lomba Tata Kelola Dana BOS

Maluku Gagal Tembus 10 Besar, Lomba Tata Kelola Dana BOS

Maluku Gagal Tembus 10 Besar, Lomba Tata Kelola Dana BOS

Sebanyak 3 orang Kepala SMP yang dipercayakan mewakili Maluku ikut lomba Tata Kelola Dana BOS

pada tingkat Nasional, masing-masing Kepala SMP Negeri 2 Ambon, Kepala SMP Kristen Ambon dan Kepala SMP Negeri 12 Ambon, dalam rangka peringkatan HUT Proklamasi 17 Agustus 2015, gagal masuk/tembus 10 besar karena berada di peringkat 18 seluruh Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala SMPN 2 Ambon Drs. La Siteny, M.Pd saat ditemui Tribun-Maluku.com di Ambon Rabu (26/8).

Dikatakan, seluruh pertanyaan yang diberikan pihak penanya dari Kemendikbud,

KPK dan BPKP, secara manual maupun online dapat di jawab dengan baik, namun kelemahan dan kekurangan kita ada pada kelengkapan administrasi, yang sama sekali tidak dicantumkan sesuai hasil pemeriksaan di masing-masing sekolah beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan, surat undangan yang diberikan sekolah kepada orang tua siswa itu harus di bawa saat mengikuti pertemuan membicarakan tentang dana BOS yang masuk ke rekening, namun sebaliknya banyak orang tua yang tidak membawanya, sehingga di saat pemeriksaan surat undangan tidak lengkap, sesuai dengan jumlah siswa.

Hal ini memang dianggap sepele namun sangat berpengaruh dalam pemeriksaannya

sebagai salah satu unsur penilaian dalam lomba tersebut.

Selain itu harus ada foto dokumentasi, walaupun sudah menandatangani daftar hadir bagi setiap peserta didik atau guru namun harus diserta bukti foto sebagai salah satu penilaian yang harus dipenuhi, karena pihak pemeriksa dalam hal ini KPK menginginkan bukti-bukti tersebut.

Selain itu penilaian juga tentang Perpustakaan Sekolah, di mana perpustakaan tidak memiliki banyak buku sebagai bahan referensi, padahal dana BOS memungkinkan untuk pengadaan. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah dinilai asal-asalan, para guru dan siswa jarang mengunjungi Perpustakaan dan semua ini telah dinilai saat tim penilai datang di masing-masing sekolah dan masalah ini diangkat di tingkat Nasional.

Yang menjadi perhatian tim pemeriksa juga adalah soal kebersihan Toilet atau WC pada sekolah, karena masih banyak Toilet atau WC yang belum memadai, hanya ada 1 WC yang baik untuk laki-laki atau perempuan.

Inilah beberapa kekurangan dan kelemahan mengapa sampai kita dalam lomba Tata Kelola Penggunaan Dana BOS tingkat Nasional, dalam rangka peringatan HUT Proklamasi tahun ini tidak berhasil masuk 10 besar. Untuk itu kedepan harus menjadi perhatian serius dari semua pihak pemerhati pendidikan, sehingga kekurangan-kekurangan ini dapat teratasi dengan baik,” harapnya.(

 

Baca Juga :