MDA Terancam ‘Mati’, dengan Diterapkan Full Daya School

MDA Terancam ‘Mati’, dengan Diterapkan Full Daya School

MDA Terancam ‘Mati’, dengan Diterapkan Full Daya School

Sekolah dari pagi hingga petang atau full day school minggu ini akan diuji cobakan di dua kecamatan yakni Mandau

dan Siak Kecil. Ada kecemasan pemberlakuan full day school ini akan mematikan sekolah madrasah (MDA) yang notabene jam belajarnya mulai pukul 14.00-16.00 wib.

Tak hanya para orangtua yang khawatir terkait nasib pendidikan agama anak-anak mereka terutama siswa SD, namun juga pengelola MDA sendiri, mengingat banyak yang terkait atau yang akan merasakan dampaknya andai MDA tak beroperasi.

Belum ada solusi terbaik bagaimana supaya pemberlakuan full day school tidak mematikan sekolah MDA.

Sosialisasi ke pihak MDA pun belum dilakukan terkait uji coba full day school di dua kecamatan.

Sebagaimana diakui kepala Kemenag Bengkalis H Jumari, jika pihaknya memang sangat merisaukan nasib sekolah MDA dengan pemberlakuan full day school.

“Bagaimana tidak risau, kalau MDA ‘mati’, banyak yang akan merasakan dampaknya. Tak hanya terkait dengan pendidikan agama anak-anak, namun juga disitu ada guru-guru yang menggantung hidupnya dari honor yang diterima sebagai guru madrasah, dan pengelola MDA sendiri ujar Jumari.

Jumari menilai jika sekolah MDA dilaksanakan setelah anak-anak pulang sekolah atau dari pukul 17.00 -19.00 wib,

adalah sesuatu yang tak mungkin. Yang kasihan anak-anak, tak ada waktu istirahat dan bermain lagi. Harus sekolah dari pagi hingga magrib.

“Kalau MDA dilaksanakan setelah full day school, rasanya tidak mungkin. Kasihan anak-anak harus dipaksakan otak mereka untuk belajar, tanpa sempat bermain dan istirahat,” ungkap Jumari.

Menyinggung kerjasama pihak Disdik dengan MDA, misalnya pelajaran MDA dimasukkan dalam waktu full day school, Jumari menyebut hal itu tetap akan mematikan operasional MDA.

“Kita memang berharap dengan full day school ini, sekolah MDA tetap jalan. Bagaimana cara dan solusinya, sebaiknya harus ada rapat koordinasi semua pihak, baik Dinas Pendidikan, Kemenag, DPRD dan pengelola MDA,” paparnya lagi.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/TLfc5mdS05P3c3