Menjadi Guru Inspiratif

Menjadi Guru Inspiratif

Menjadi Guru Inspiratif

Pendidikan adalah salah satu indikator majunya sebuah negara. Dan kemajuan pendidikan tak bisa lepas dari sumber daya manusia yang ada didalamnya. Menengok Finlandia, Jepang dan Singapura yang pembangunnya berhasil, tak lepas dari fokus pembenahan di bidang pendidikan, baik dari sarana-prasarana, kurikulum serta kualitas pendidik atau guru.

Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Liek Wilardjo, dalam opininya yang berjudul ‘Guru Idola’ menilai, seorang siswa akan menemukan ketekunan dan berkembang pesat, bahkan bisa ‘melebihi’ gurunya dalam pembelajaran jika mereka menemukan guru yang menjadi panutan. Dan berhasilan Liek menjadi Guru Besar bidang Fisika dan Matematika tak lepas dari peran guru Matematikanya saat ia duduk di bangku SMA.

“Beliau memerlakukan muridnya dengan ramah dan tanpa pilih kasih

. Semua Matematika SMA beliau kuasai dan ajarkan kepada kami dengan jelas. Semua materi dengan beliau terasa gampang, sebab penjelasannya runtut dan gamblang,” kata Liek menuliskan.

Yang paling menginsipirasi bagi Liek, adalah kejernihan penalaran yang gurunya lakukan. Ia memberi ruang pada muridnya untuk berkreasi dalam pengerjaan soal. Tidak mengurung siswa untuk mematuhi rumus yang ia paparkan, bahkan memberi nilai bonus bagi siswa yang mengerjakan dengan cara yang lebih ringkas dan jelas. Dengan seperti itu, Liek mengerti cara gurunya menghargai keagungan Matematika. “Dan sistem nilai bonus membuat kami lebih kompetetif dan diberi kesempatan untuk menunjukan kejernihan penalaran terbuka lebar sebab semua pertanyaan berjenis essay (uraian),” ujar Liek.

Dari uraian Lulusan Michigan State University, Amerika Serikat itu bisa disimpulkan, penguasan, metode dan penyampaian materi pembelajaran menjadi kunci agar siswa mampu selain pintar, juga menjadikan gurunya sebagai panutan.

Penguasaan materi belajar serta penggunaan metode yang tepat dalam mengajar, dimata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komarudin Hidayat, juga menjadi indikator untuk menjadi guru yang menginspirasi. Dalam tulisannya yang berjudul “Guru yang menginspirasi”, ia memaparkan empat ciri-ciri guru yang bisa memberi insiprasi kepada siswanya.

Pertama, mereka menguasai materi yang hendak diajarkan. Kedua

, pandai memilih metode yang tepat agar mudah dipahami siswa serta tidak menjemukan. Ketiga, membangkitkan imajinasi dan motivasi siswa untuk berani bermimpi tentang masa depan. Keempat, mengajar dengan cinta.

Selain itu, Liek Wilardjo, pengertian “guru panutan” tak melulu guru yang mengajar dikelas. Guru juga mentor tanpa pengampu mata pelajaran di sekolah atau dosen yang tidak mengampu mata kuliah. Namun, ia kita kagumi, kita idolakan dan kehebatannya mengilhami dan menyemangati kita.

Liek, yang juga dosen IAIN Wali Songo ini memetik kisah pewayangan

di dunia Mahabrata, yang mengguratkan makna pentingnya memiliki guru panutan. Adalah kisah Palgunadi alias Prabu Ekalawaya yang ingin sekali berguru kepada Bengawan Durna. Namun, keinginannya tidak kesampaian sehingga sebab Resi Durna sudah mempunyai murid hebat yang sangat disayangi, yakni Arjuna.

Maka, Palgunadi membuat patung seperti Resi Durna, diangkat sebagai gurunya. Dia dengan tekun dan bersungguh-sungguh berlatih seni memanah, seolah-olah ditunggui Durna.

Berkat kesungguhan berlatih serta iman yang kuat, ia direstua “guru”-nya. Kehebatan Palgunadi melampiawaian Arjuna dalam seni Jemparingan! Begitu pula dalam pukul-memukul, berbaku-banting, dan beradu keris. Durna juga dianggap mentor Palgunadi meski tak pernah sekalipun Durna mengajari Palgunadi secara langsung. Sosok guru seperti inilah, yang akan memupuk semangat dan motivasi belajar siswa secara sadar. Selain mampu menyampaikan materi dan metode pembelajaran yang tepat.***

 

Sumber :

https://sildenafil365.org/indonesian-education-index-lower-than-philippines-ethiopia/