Pejabat Dituntut Bangun Komunikasi Atasan-Bawahan

Pejabat Dituntut Bangun Komunikasi Atasan-Bawahan

Pejabat Dituntut Bangun Komunikasi Atasan-Bawahan

Terbangunnya sistem komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan di sebuah organisasi

atau intansi pemerintah, menjadi kunci keberhasilan tim perangkat kerja. Para pemimpin dituntut memiliki inovasi khususnya membangun komunikasi aktif, agar para pegawainya mampu menterjemahkan setiap intruksi atau perintah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, ketika menjadi pemateri dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) pejabat eselon IV bertema ‘Mewujudkan kepemimpinan berkopetensi dan berkarakter dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik’ di Mess Pemda Medan Bapaneh Tarantang, Senin (18/4) sore.

“Keberhasilan kinerja sebuah organisasi atau intansi tidak terlepas dari sistem komunikasi antara pimpinan dan bawahan. Bangunlah komunikasi yang baik antara sesama staf, juga atasan. Para staf harus mampu memberi solusi, serta menterjemahkan intruksi/perintah dari atasannya,” kata Ferizal, di hadapan puluhan pejabat eselon IV.

Sekecil apa pun informasi yang dimiliki seorang staf, katanya, wajib disampaikan ke pimpinan

organisasi atau instansi jika itu menyangkut dengan materi kerja. Informasi yang disampaikan juga harus akurat dan terbukti kebenarannya. Tata-cara berkomunikasi antara pimpinan dan bawahan pegawai pemerintahan harus jelas dan dapat dipahami.

Ferizal mencontohkan, ketika dirinya menyampaikan perintah ke seorang bawahannya. “Misal, saya nyuruh staf/ajudan saya, memberi uang buat anak saya. Namun, jika sang ajudan tak bisa berkomunikasi dengan baik, ketika ketemu anak saya, dia bisa bilang; Hei,, Bapak Kau! Ini, Kasih Uang! Maka, anak saya yang masih kecil pasti lari, karena takut. Makanya, butuh cara berkomunikasi yang baik,” ujarnya.

Selain atasan dengan bawahan, para pejabat negara juga dituntut bisa membangun koordinasi dengan sesama staf,

atau rekan kerja. Jangan sampai apa yang menjadi visi-misi dari kinerja, tidak tercapai hanya karena akibat persoalan komunikasi. Dia menyebut, karakter seorang pemimpin yang berpola pikir baik, lebih cenderung bersikap terbuka.

Seperti ketika sang pemimpin memberi perintah atau intruksi, maka akan diplikasikan dengan baik oleh bawahan/staf. Disamping menuntut upaya komunikasi, Wabup Ferizal juga meminta para pejabat daerah terus meningatkan etos kerja melalui inovasi yang terkendali. Orientasi kinerja, katanya, akan lebih baik jika mengacu kepada proses, bukan kepada hasil.

Sebab, bagaimana pun, kepala daerah atau para pejabat negara sesuai tuntutan konstitusi (UU) merupakan pelayan masyarakat. “Sesuai Nawacita dan Trisakti Presiden Jokowi, sebelum masyarakat, kita yang lebih dulu dituntut untuk merobah pola pikir, sikap budaya kerja, melalui Revolusi Mental. Ini harus kita aplikasikan bersama, untuk memajukan masyarakat dan daerah,” tutur Ferizal.***

 

Baca Juga :