PENDUDUK ,MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUK ,MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUK ,MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUK ,MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Pertumbuhan Penduduk dunia dan masalahnya
Sejak zaman inilah penduduk dunia terus meningkat dengan cepat. Hal itu dimungkinkan oleh adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.termaasuk salah satu di antaranya ilmu kedokteran juga berkembang. Berkat kemajuan ilmu kedokteran,pemeliharaan kesehatan penduduk termasuk usaha-usaha imunitas menjadi lebih terjamin.
Pendidikan dan kesehatan di Negara –negara berkembang
1) Pendidikan
Di samping unsure tekanan ekonomi,penduduk pedesaan makin paling sering kekurangan bangunan sekolah dan guru yang memenuhi syarat. Bahkan lebih tragis,desa itu tidak memiliki sekolah dasar.
2) Kesehatan
Penduduk usia muda pada Negara-negara yang berkembang ,amat sering kedapatan menderita kekurangan vitamin A,kasus-kasus kekurangan vitamin A yang menonjol. Bersumber dari pada konsultan kesehatan dari WorldHealth Organization(WHO) di Zimbabwe (desember 1983).ditemukan sejuta penyakit lepra atau kusta di seluruh wilayah Zimbabwe.
3) Perhatian warga negarawan dan ilmuwan terhadap masalah penduduk Indonesia
Para negarawan dan ilmuwan sungguh-sungguh menyadari dan telah memperhitungkan bencana yang ditimbulkan oleh ledakan penduduk dunia.
4) Interaksi Eksponensial Dari Lima Variabel yang Dominan
Kelima variable yang dominan membuktikan saling mempengaruhi satu sma l peningkatan produksi pangan akan terkait dengan penyediaan lahan. Penduduk bertambah,kebutuhan semakin meningkat sandang,pangan,papan/perumahan harus bertambah.

Ketahanan Sosial Budaya
Dengan demikian sedikit banyak telah terjadi pergeseran budaya dan tatanan sosial di masyarakat sekitar kawasan wisata. Artinya budaya-budaya lama itu mengalami proses adaptasi yang diakibatkan oleh adanya interaksi dengan para pelancong tersebut. Hal itu dimungkinkan juga karena sifat dari budaya itu sendiri yang dinamis terhadap perubahan yang terjadi.
Pariwisata dengan segala aktivitasnya memang telah mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi perubahan masyarakat baik secara ekonomi, sosial maupun budaya. Hal itu menuntut adanya perhatian yang lebih dari para pengambil kebijakan sektor pariwisata untuk mempertimbangkan kembali pola pengembangan kawasan wisata agar masyarakat sekitar lebih dapat merasakan manfaatnya. Dengan kata lain bagaimana membuat suatu kawasan wisata yang mampu membuka peluang pelibatan aktif masyarakat sebagai subyek dalam kegiatan industri pariwisata bukan hanya sekedar sebagai obyek. Sekaligus menjadi catatan, bahwa faktor kemanusiaan dan entitas budaya lokal tidak boleh diabaikan, artinya kehidupan masyarakat tidak boleh tercerabut dari akar budayanya hanya karena adanya penekanan segi komersial dari tourism. Pun juga, jangan sampai penekanan pada aspek ekonomi mengabaikan dimensi lain seperti dimensi ketahanan sosial budaya, karena perkembangan mutakhir dari dunia kepariwisataan adalah beralihnya minat wisatawan darimassive tourism ke etnic tourism, wisata-wisata unik yang sangat peduli pada karakter asli masyarakat setempat.

Baca Juga :