Proses Perangkat Lunak & Metrik Proyek

Proses Perangkat Lunak & Metrik Proyek

 

Proses Perangkat Lunak & Metrik Proyek

PROSES PERANGKAT LUNAK

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan proses perangkat lunak. Tetapi, satu-satunya cara yang paling rasional untuk meningkatkan proses adalah dengan mengukur atribut tertentu dari proses, mengembangkan serangkaian metrik yang berarti berdasarkan atibut-atribut tersebut, dan kemudian metrik itu untuk memberikan indikator yang akan membawa kepada sebuah strategi pengembangan.

pl1.gif

Dalam gambar diatas, proses berada ditengah-tengah sebuah segitiga yang menghubungkan tiga faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas perangkat lunak dan untuk kerja organisasional. Ketrampilan dan motivasi yang diperlihatkan manusia merupakan satu-satunya faktor yang paling berpengaruh pada kualitas dan untuk kerja tim. Teknologi yang menghuni proses juga berpengaruh. Segitiga proses yang berada dalam lingkaran yang menggambarkan kondisi lingkungan yang menyangkut lingkungan pengembangan, kondisi bisnis dan karakteristik pelanggan.

Mengukur realibilitas proyek perangkat lunak secara tidak langsung yaitu mengambl serangkaian metrik berdasarkan keluaran yang diambil oleh proses. Kelauaran menyangkut pengukuran kesalahan yang ditemukan sebelum pelepasan perangkat lunak, cacat yang disampaikan dan dilaprokan oleh pemakai akhir, produk kerja yang dikirim, usaha manusia yang dilakukan, waktu kalender yang digunakan, konfirmasi jadwal, serta pengukuran yang lain.

Metrik proses perangkat lunak dapat memberikan sumbangan yang berarti sebagai sesuatu kerja organisasi untuk meningkatkan keseluruhan level kematangan proses. Akan tetapi, seperti semua metrik, dapat digunkaan dengan salah, menimbulkan banyak masalah daripada yang mereka selesaikan. Pada saat organisasi menjadi lebih nyaman dengan kumpulan dan manfaat metrik proses, derivasi dari indikator sederhana memberikan suatu cara kepada suatu pendekatan yang lebih teliti yang disebut statistical software process improvement (SPPI). Pada dasarnya SPPI menggunakan analisis kegagalan perangkat lunak untuk mengumpulkan informasi seputar semua kesalahan dan cacat yng terjadi pada sebuah aplikasi, sistem , atau produk dikembangkan atau dipakai.

B. METRIK PROYEK

Metrik proses perangkat lunak digunakan untuk tujuan strategis. Pengukuran proyek perangkat lunak bersifat taktis, yaitu bahwa metrik proyek dan indikator yang berasal dari pengukuran digunakan oleh manajer proyek dan tim perangkat lunak untuk mengadaptasi aliran kerja proyek dan aktivitas teknis.

Aplikasi pertama dari metrik proyek pada sebagian besar proyek perangkat lunak terjadi selama perkiraan. Metrik yang dikumpulkan dari proyek yang terdahulu digunakan sebagai dasar untuk kerja perangkat lunak saat ini. Selagi sebuah proyek berjalan, pengukuran usaha dan waktu kalender yang digunakan dibandingkan dengan perkiraan awal. Manajer proyek menggunakan data tersebut untuk memeonitor dan mengkontrol kemajuan.

Pada saat kerja teknis dimulai, metrik proyek mulai memiliki arti. Nilai produksi yang disajikan dalam bentuk halaman dokumntasi, jam kajian, titik fungsi, dan deretan sumber yang disampaikan diukur, dan kesalahan selama masing-masing tugas kerja rekayasa perangkat lunak kemudian ditelusuri. Selagi perangkat lunak berjalan dari spesifikasi ke perancangan, metrik teknik dikumpulkan untuk memikirkan kualitas disain serta memberikan indikator yang akan mempengaruhi pendekatan yang akan diambil untuk memunculkan kode dan modul serta pengujian integrasi.

Metrik proyek mempunyai tujuan ganda. Pertama metrik tersebut digunakan untuk meminimalkan jadwal pengembangan dengan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk menghindari penundaan serta mengurangi masalah dan resiko potensial. Kedua, metrik proyek ini dipakai untuk memperkirakan kualitas produk pada basis yang berlaku dan, bila dibutuhkan, memodifikasi pendekatan teknis untuk meningkatakan kualitas.

Model yang lain dari metrik proyek mengusulkan bahwa setiap proyek seharusnya mengukur :
a. input (pengukuran sumber daya seperti manusia, lingkungan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan)
b. output (pengukuran kemampuan penyampaian atau produk kerja yang diciptakan selama proses rekayasa perangkat lunak)
c. hasil (pengukuran yang menunjukkan efektifitas kemampuan penyampaian)

Macam-macam Metrik:
a. Metrik Size-Oriented
Ditarik dengan normalisasi kualitas dan atau pengukuran produktivitas dengan mempertimbangkan “ukuran” perangkat lunak yang dihasilkan.

b. Metrik Function-Oriented
Menggunakan sebuah pengukuran fungsionalis yang disampaikan oleh aplikasi sebagai suatu nilai normalisasi. Karena fungsionalitas tidak dapat diukur langsung, maka fungsionalitas harus ditarik secara tidak langsung dengan menggunakan pengukuran langsung yang lain.

c. Metrik Function-Oriented Yang Diperluas
Sama seperti Metrik Function point secara orisinil, hanya saja dilakukan penyempurnaan.