SENI PERTUNJUKAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

SENI PERTUNJUKAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

 

SENI PERTUNJUKAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

SENI PERTUNJUKAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

KEBERADAAN MUSIK KERONCONG DI INDONESIA*
Seni Pertunjukan adalah segala ungkapan seni yang substansi dasarnya adalah yang
dipergelarkan langsung di hadapan penonton. Seni pertunjukan dapat dipilah menjadi tiga
kategori yakni:
1. Musik (vokal, instrumental, gabungan)
2. Tari (representasional dan non-representasional)
3. Teater (dengan orang atau boneka/wayang sebagai dramatis personae).(Kasim,
2005).
Agak sulit rasanya untuk membicarakan perkembangan seni pertunjukan di Indonesia
secara keseluruhan, sebab masing-masing kategori (musik, tari dan teater) memiliki
karakter dan kekhasan tersendiri dan sangat kompleks. Oleh sebab itu, saya tidak akan
membahas ketiga kategori di atas, tetapi akan memfokuskan pembahasan hanya pada seni
pertunjukan musik, khususnya musik keroncong.
Akan halnya keberadaan musik keroncong ini, ada beberapa pendapat yang berbeda.
Di satu pihak ada yang mengatakan bahwa sejarah perkembangan musik keroncong
dimulai pada abd ke 17, masa ketika kaum mardijkers, keturunan Portugis mulai
memperkenalkannya di Batavia. Dari tulisan-tulisan A.Th.Manusama, Abdurachman R.
Paramita, S. Brata dan Wi Enaktoe kita dapat memahami bahwa menurut mereka
keroncong bukanlah kesenian asli ciptaan orang-orang Indonesia.

Akan halnya keberadaan musik keroncong ini, ada beberapa pendapat yang berbeda.
Di satu pihak ada yang mengatakan bahwa sejarah perkembangan musik keroncong
dimulai pada abd ke 17, masa ketika kaum mardijkers, keturunan Portugis mulai
memperkenalkannya di Batavia. Dari tulisan-tulisan A.Th.Manusama, Abdurachman R.
Paramita, S. Brata dan Wi Enaktoe kita dapat memahami bahwa menurut mereka
keroncong bukanlah kesenian asli ciptaan orang-orang Indonesia.

Sumber : https://profilesinterror.com/