Unsur-Unsur Kebudayaan adalah

Unsur-Unsur Kebudayaan adalah

Unsur-Unsur Kebudayaan adalah

Berbicara mengenai unsur unsur kebudayaan, Melville J. Herskovits

merumuskan 4 pokok unsur unsur kebudayaan, yaitu :
1. Alat alat teknologi
2. Sistem Ekonomi
3. Keluarga
4. Kekuasaan Politik

Pelopor teori fungsional dalam antropologi, Bronislaw Malinowski

menyebutkan unsur unsur kebudayaan yang pokok sebagai berikut.
(1) Unsur kebudayaan yaitu sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya.
(2) Unsur kebudayaan yaitu organisasi ekonomi.
(3) Unsur kebudayaan yaitu alat-alat atau lembaga atau petugas pendidikan, perlu diingat bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan yang utama.
(4) Unsur kebudayaan yaitu organisasi kekuatan.
Beberapa macam unsur unsur kebudayaan dipergunakan untuk kepentingan ilmiah dan analisisnya diklasifikasikan ke dalam unsur unsur kebudayaan yang pokok atau besar. Ini menunjukkan bahwa unsur unsur kebudayaan tersebut bersifat universal, yang berarti bahwa dapat dijumpai pada setiap kebudayaan yang ada dimanapun.

Kluckhohn dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture

menyebutkan ada 7 unsur unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu:
1. Unsur kebudayaan yaitu Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi dan sebagainya).
2. Unsur kebudayaan yaitu Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi dan sebagainya).
3. Unsur Kebudayaan yaitu sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, sistem hukum, organisasi politik, sistem perkawinan).
4. Unsur kebudayaan yaitu bahasa (lisan maupun tertulis).
5. Unsur kebudayaan yaitu kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan lain sebagainya).
6. Unsur kebudayaan yaitu sistem pengetahuan.
7. Unsur kebudayaan yang terakhir yaitu Religi (sistem kepercayaan).

Menurut Bronislaw Malinowski dalam rangka kebudayaan

sebagai keseluruhan, tidak ada suatu unsur kebudayaan yang tidak mempunyai kegunaan yang cocok. Apabila ada unsur kebudayaan yang kehilangan kegunaannya, maka unsur kebudayaan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Kebiasaan-kebiasaan, dorongan dan tanggapan yang didapat dengan belajar serta dasar-dasar organisasi, harus diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan pemuasan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia.